Pemerintahan Jokowi-JK tengah gencar membangun wilayah perbatasan RI. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyatakan bahwa sebanyak 5.000 Puskesmas akan dibangun di perbatasan.

“Kondisi infrastruktur di perbatasan masih perlu banyak perbaikan dan perluasan. Masalah lainnya adalah soal ketimpangan atau kesenjangan yang berlangsung antara Indonesia dengan negara tetangga,” kata Puan melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (3/2/2015).

Dia pun menambahkan bahwa permasalahan di perbatasan telah dibahas dalam rapat kabinet. Batas wilayah tentu menjadi bahasan utama, namun juga soal kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan.

“Perlu disusun dan diperhitungkan dengan baik mengingat lima tahun pemerintahan ini terus berjalan. Kebutuhan masyarakat di daerah perbatasan juga harus dipenuhi,” ujar Puan.

Tidak hanya menyiapkan program, kata Puan, setiap lembaga dan kementerian diharapkan bisa bekerjasama dan bersinergi. “Bila tidak ditangani dengan baik, persoalan perbatasan negara tetap akan jadi pekerjaan rumah yang besar bagi siapapun pemerintahannya,” tutur Puan.

“Anggaran yang sudah disediakan pada tahun 2014 lalu nyatanya hanya terealisasi tidak lebih dari 17 persen saja,” ujar Puan.

Sementara itu menurut Puan, anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk kawasan perbatasan tahun 2015 sebesar Rp15,9 triliun. Puan mengatakan bahwa sebanyak 50 lokasi yang menjadi prioritas sasaran masuk dalam anggaran pembangunan kawasan perbatasan. Sebanyak 27 kementerian dan lembaga akan dilibatkan dalam program ini.

“Paling tidak masalah perbatasan punya perkembangan yang baik dalam tiga tahun. Karena tidak mungkin juga terus dibahas apalagi setelah tahun ketiga, kita semua akan kembali menghadapi tahun politik. Bahasan kita tentu akan beda lagi,” papar Puan.

 

Sumber: Detik.com

Dibaca sebanyak: 443 kali

0.00 avg. rating (0% score) - 0 votes

Butuh bantuan? Silahkan hubungi kami. Kami mendengarkan anda!

← Prev Step

Terima kasih telah meninggalkan pesan. Kami akan segera membalas pesan anda.

Please provide a valid name, email, and question.

Powered by LivelyChat
Powered by LivelyChat Delete History